SABER PUNGLI GOES TO SCHOOL DI SMAN 2 UNGARAN

SABER PUNGLI GOES TO SCHOOL DI SMAN 2 UNGARAN

UNGARAN - Inspektur Provinsi Jawa Tengah, Hendri Santosa menandaskan bila pungutan liar (pungli) dan korupsi bisa diberantas asalkan ada niat dari seluruh elemen termasuk masyarakat. Keterangan itu ia sampaikan ketika menghadiri Sosialisasi Satgas Saber Pungli di SMA Negeri 1 Ungaran, Kamis (28/2). Menurutnya, upaya pemberantasan akan efektif bila ada yang memberhentikan dugaan tindak pidana pungli atau korupsi itu sendiri.

“Kita mengenal ada tiga upaya, yakni preventif, kuratif, dan represif. Tetapi menurut kami, yang paling tepat adalah bila semuanya merasa malu melakukan hal yang salah atau menyimpang,” katanya. Jika budaya malu itu mulai luncur atau hilang, ia yakin di sanalah akan ada peluang munculnya bibit-bibit korupsi. “Korupsi waktu saja berdampak banyak, belum lagi jika korupsi barang berbagai bentuk,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Hendri Santosa juga menjabarkan siapa saja yang menduduki struktur Satgas Saber Pungli di Jawa Tengah.

Kepada perwakilan guru dan siswa SMA/SMK sederajat se-Karisidenan Semarang yang hadir, dirinya meminta agar berani untuk melaporkan dugaan pungli. Diantaranya dengan mengakses laman laporgub.jatengprov.go.id, atau nomor ponsel layanan lapor gubernur 081225911456, dan mengirimkan email ke alamat laporsaberpunglijateng@gmail.com.

Pada kesempatan yang sama, Irwasda Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Budi Yuwono menjelaskan tentang sistem penanganan Saber Pungli di Provinsi Jawa Tengah. Ia juga membeberkan beberapa area dan lembaga yang rawan terjadi dugaan pungli.

“Di masing-masing lembaga yang dicurigai sudah dibentuk Tim Saber Pungli. Itu semua kita rintis agar niat jelek yang timbul bisa diberantas,” jelasnya.

Dipost Oleh Author

Cegah Korupsi

Post Terkait

Tinggalkan Komentar